JAKARTA-TRIKUPDATE.CLIK | Ketua Harian Markas Besar Laskar Merah Putih (LMP), Wahyu Wibisana, memberikan tanggapan resmi terkait rencana aksi demonstrasi bertajuk “April Demo Geser Prabowo”. Aksi tersebut menyoroti dugaan kegagalan program MBG serta kritik terhadap postur kabinet yang dinilai gemuk dan boros anggaran.
Wahyu menegaskan bahwa meskipun kebebasan berpendapat dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, pelaksanaannya tidak boleh menabrak etika demokrasi maupun ketertiban umum. Ia memperingatkan agar narasi yang dibangun tidak terjebak dalam upaya delegitimasi pemerintahan yang sah melalui mekanisme di luar konstitusi.
Mengenai substansi tuntutan massa, Wahyu menilai tudingan kegagalan program MBG terlalu prematur. Menurutnya, program skala nasional memerlukan waktu untuk implementasi dan evaluasi berbasis data valid, bukan sekadar opini. Ia juga membela struktur kabinet saat ini sebagai bagian dari hak prerogatif presiden untuk menjaga stabilitas politik dan efektivitas kerja, yang seharusnya dinilai dari capaian kinerja ketimbang jumlah personel.
Dalam keterangannya, Wahyu mengimbau seluruh koordinator aksi dan peserta demonstrasi untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berpotensi menunggangi massa. Ia menekankan agar penyebaran hoaks dihindari dan dialog tetap dikedepankan sebagai solusi paling demokratis.
Laskar Merah Putih juga meminta aparat keamanan untuk tetap profesional dan humanis dalam mengawal jalannya aksi. Wahyu menegaskan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjaga keutuhan NKRI, LMP berkomitmen menjaga stabilitas nasional. Baginya, perbedaan pandangan adalah hal lumrah dalam demokrasi, asalkan tetap berpijak pada koridor hukum dan semangat persatuan bangsa. ***
Pewarta: RSK



