BANDUNG BARAT-TRIKUPDATE.CLIK | Bencana tanah longsor yang melanda kawasan Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh warga terdampak. Di tengah hamparan lumpur pekat yang menutup akses mobilitas dan merusak hunian warga, solidaritas kemanusiaan kini muncul sebagai secercah harapan baru. Salah satu aksi nyata yang sangat dirasakan manfaatnya datang dari organisasi kemasyarakatan Laskar Merah Putih (LMP) Marcab Bandung Barat yang menerjunkan personelnya langsung ke lokasi bencana untuk meringankan beban para korban.
Ketua LMP Marcab Bandung Barat, Pice Rivai, memimpin langsung operasi kemanusiaan berskala lokal ini. Kehadiran “Laskar Merah Putih” di tengah kepungan material longsor dan lumpur tersebut menjadi simbol kuat bahwa masyarakat Pasirlangu tidak sedang berjuang sendirian dalam menghadapi masa-masa tersulit ini.
Bagi Pice dan seluruh anggotanya, tumpukan lumpur yang menyelimuti wilayah Cisarua hanyalah sebuah tantangan fisik yang bersifat sementara. Ia menekankan bahwa hal yang paling krusial untuk dilakukan saat ini adalah menjaga keteguhan hati para korban agar tetap optimis dalam menatap masa depan pascabencana.
“Sahabat, lumpur yang menyelimuti hari ini hanyalah sementara. Hati yang teguh akan membuka jalan baru bagi kita semua. Bersama-sama kita pegang tangan, bergandengan tangan untuk membantu saudara-saudara kita bangun kembali dan meraih masa depan yang lebih cerah,” ujar Pice dengan penuh haru saat ditemui di sela-sela aksi evakuasi dan pembagian bantuan logistik di Pasir Langu.Minggu (01/02-2025)
Semangat yang diusung oleh Laskar Merah Putih (LMP) dalam kegiatan ini adalah membangkitkan kembali mentalitas warga yang sempat terpuruk. Menurut pandangan Piceu, meskipun bantuan logistik sangat penting, namun pendampingan moral serta kehadiran fisik relawan di lapangan jauh lebih bermakna untuk menghapus trauma psikologis pascabencana.
Kawasan Pasirlangu di Kecamatan Cisarua memang telah lama dikenal sebagai daerah dengan kontur perbukitan yang rawan akan pergeseran tanah, terutama saat intensitas curah hujan meningkat tajam secara terus-menerus. Longsor kali ini mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan ada beberapa yang tertimbun material, serta akses jalan utama yang tertutup material lumpur pekat.
Tim LMP Bandung Barat tidak hanya membawa bantuan sembako untuk kebutuhan pangan, tetapi juga berperan aktif membantu warga dalam membersihkan sisa-sisa material longsor yang masuk ke pemukiman. Mengenakan seragam loreng khas kebanggaan mereka, para anggota LMP bahu-membahu bersama relawan lain serta aparat setempat untuk memastikan jalur evakuasi dan akses logistik tetap aman dilalui.
“Semangat kawan! Laskar Merah Putih Bandung Barat hadir di tengah-tengah masyarakat saat sedang sulit. Kesulitan di Pasirlangu adalah kesulitan kita semua sebagai satu bangsa yang harus dipikul bersama,” tegas Pice guna menyemangati para anggotanya yang sedang bekerja keras di lapangan.
Ketua LMP Marcab Bandung Barat, Pice, menjelaskan secara rinci bahwa aksi kemanusiaan ini akan dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap. LMP berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi fisik maupun psikologis warga Pasirlangu hingga situasi benar-benar pulih seperti sediakala. Langkah-langkah pemulihan strategis yang diinisiasi oleh LMP meliputi:
- Distribusi Logistik Cepat Tanggap: Memastikan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan instan, air bersih yang layak konsumsi, serta obat-obatan tersalurkan secara merata kepada mereka yang paling membutuhkan.
- Aksi Gotong Royong Kebersihan: Melakukan pembersihan fasilitas publik, sarana ibadah, dan rumah-rumah warga dari timbunan lumpur pekat untuk meminimalkan risiko timbulnya berbagai penyakit pascabencana.
- Dukungan Moril dan Trauma Healing: Mengajak warga berdialog secara personal dan memberikan penguatan psikologis agar mereka tidak terlarut dalam kesedihan mendalam akibat kehilangan harta benda.
Kehadiran organisasi kemasyarakatan dalam penanganan bencana seperti ini menunjukkan fungsi sosial yang kuat dari Laskar Merah Putih di wilayah Bandung Barat. Piceu sangat berharap aksi mereka dapat memicu organisasi lain atau individu yang memiliki kelebihan rezeki untuk ikut mengulurkan tangan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.
Keberhasilan penanganan bencana di Pasirlangu, Cisarua, sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak di lapangan. LMP Bandung Barat dilaporkan terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa setempat agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak warga.
Warga Pasirlangu pun menyambut baik kehadiran personel LMP yang proaktif membantu. Salah satu warga mengungkapkan bahwa semangat “bergandengan tangan” yang dibawa oleh Pice memberikan kekuatan baru bagi mereka untuk segera bangkit dari keterpurukan ekonomi maupun mental.
“Kita tidak boleh membiarkan saudara kita berjuang sendirian di bawah lumpur. Inilah saatnya laskar menunjukkan jati diri yang sebenarnya sebagai pelindung dan pembantu masyarakat,” pungkas Pice sebelum kembali melanjutkan aksi penyaluran bantuan di titik terdampak lainnya.
Pesan yang dibawa LMP Marcab Bandung Barat sangatlah jelas: meski bencana alam datang menghampiri tanpa diduga, persatuan dan semangat gotong royong laskar merah putih tidak akan pernah padam. Pasirlangu diyakini akan segera kembali tegak, dan Cisarua akan kembali indah, berkat tangan-tangan peduli yang tidak pernah lelah mengabdi.***
Pewarta: RSK



