spot_img

Tegaskan Sinergi NKRI, Ketum LMP Dukung Polri Tetap di Bawah Kendali Langsung Presiden

JAKARTA-TRIKUPDATE.CLIK | Dinamika wacana mengenai reposisi lembaga penegak hukum di Indonesia kembali memanas. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Laskar Merah Putih (LMP), HM Arsyad Cannu, memberikan pernyataan sikap yang tegas dan terukur. Ia menekankan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus tetap berada di bawah kendali langsung Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, hal ini bukan sekadar masalah hierarki, melainkan amanat konstitusi yang menjaga marwah negara hukum.

Pernyataan ini muncul di tengah adanya diskusi publik mengenai usulan pergeseran koordinasi institusi Polri. HM Arsyad Cannu menilai, struktur yang ada saat ini adalah benteng terakhir dalam menjamin stabilitas nasional, profesionalisme institusi, serta netralitas aparat di tengah arus politik yang dinamis.

Dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, HM Arsyad Cannu menjelaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan bagian integral dari sistem checks and balances. Struktur ini memastikan bahwa fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak terkooptasi oleh kepentingan sektoral atau kementerian tertentu yang berpotensi memicu tumpang tindih kewenangan.

“Polri memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga sendi-sendi kehidupan berbangsa. Sudah sangat tepat jika Polri berada langsung di bawah Presiden. Garis komandonya jelas, akuntabilitasnya langsung kepada kepala negara, sehingga meminimalisir adanya tarik-menarik kepentingan politik praktis yang dapat merugikan rakyat,” ujar HM Arsyad Cannu.

Berita Lainnya  Sony Adiputra Ingatkan Kesbangpol Karawang: Ormas dan LSM Adalah Mitra Kritis, Bukan Sekadar Formalitas

Ia menambahkan bahwa jika Polri diletakkan di bawah kementerian, dikhawatirkan akan terjadi politisasi institusi yang masif. Hal ini tentu akan mencederai semangat reformasi yang menginginkan Polri menjadi institusi yang mandiri, profesional, dan fokus pada penegakan hukum murni.

Dukungan yang diberikan oleh Laskar Merah Putih (LMP) bukanlah cek kosong. HM Arsyad Cannu menegaskan bahwa organisasinya tetap memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah. Dukungan terhadap Polri didasarkan pada keinginan melihat institusi baju cokelat tersebut semakin kuat dalam supremasi hukum dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

Menurut Arsyad, Polri harus terus melakukan pembenahan internal (transformasi) untuk memperkuat kepercayaan publik (public trust). Penegakan hukum yang dilakukan haruslah bersifat:

  • Adil: Tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
  • Transparan: Proses penyidikan dan penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
  • Non-diskriminatif: Memberikan perlakuan hukum yang sama bagi setiap warga negara tanpa memandang latar belakang sosial atau politik.
Berita Lainnya  Pererat Silaturahmi, Ketua LMP Jabar Hadiri Rakernas Laskar NKRI di Karawang

“Kami di Laskar Merah Putih mendukung Polri untuk terus berbenah. Profesionalisme bukan berarti anti-kritik, justru kritik adalah energi untuk memperbaiki kinerja agar Polri semakin Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan),” lanjutnya.

Di era disrupsi informasi seperti saat ini, HM Arsyad Cannu juga menyoroti pentingnya etika hukum dan etika jurnalistik dalam menyuarakan wacana reformasi institusi. Ia mengingatkan bahwa opini publik yang terbentuk tanpa landasan data yang kuat dapat melemahkan institusi negara.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk berperan aktif dalam memberikan masukan yang objektif dan berimbang. Jurnalisme diharapkan menjadi penjernih di tengah simpang siurnya informasi mengenai kebijakan keamanan nasional.

“Kritik adalah vitamin bagi demokrasi, namun harus disampaikan dengan etika dan tanggung jawab moral. Jangan sampai wacana yang berkembang di publik justru sengaja diciptakan untuk melemahkan institusi negara yang sedang bekerja keras menjaga keamanan bangsa dan keutuhan NKRI,” tegas Arsyad.

Berita Lainnya  Laskar Merah Putih Jabar Kawal Program "Guyub Sauyunan Jaga Lembur" Bersama Ditbinmas Polda Jabar

Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan besar di Indonesia, Laskar Merah Putih berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum. HM Arsyad Cannu menegaskan bahwa menjaga kedaulatan negara dan keamanan dalam negeri adalah tanggung jawab kolektif seluruh komponen bangsa, bukan hanya tugas TNI dan Polri semata. Sinergi antara masyarakat sipil dan aparat keamanan merupakan kunci dalam menghadapi tantangan global dan domestik yang semakin kompleks.

Di akhir pernyataannya, ia menyerukan agar seluruh kader Laskar Merah Putih di seluruh Indonesia tetap satu komando dalam mendukung stabilitas negara. Ia berharap Polri di bawah kepemimpinan saat ini dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga menjadi institusi yang benar-benar dicintai dan dipercaya oleh seluruh lapisan rakyat Indonesia.

“Tugas kita bersama adalah memastikan Indonesia tetap aman dan damai. Mari kita jaga Polri agar tetap profesional di bawah kendali langsung Presiden, demi keberlanjutan pembangunan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Pewarta: OneDe

 

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

spot_img

NASIONAL

DAERAH

REKOMENDASI

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

BIROKRASI

INVESTIGASI

ARTIKEL POPULER