KARAWANG-TRIKUPDATE.CLIK, Pondok Pesantren Al-Baghdadi akan menggelar Haul Akbar 2026 pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Mengusung tema “Dzikir & Do’a Untuk Bangsa dan Negara”, kegiatan keagamaan ini melibatkan keluarga ndalem, para santri, imam manaqib, hingga jamaah Al-Baghdadi. Acara puncak Haul Akbar tersebut akan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Baghdadi, Abah KH. Junaedi Albaghdadi, serta menghadirkan penceramah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, M.A., Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah. Agenda tahunan ini diselenggarakan untuk memperingati haul Syekh Abdul Qodir Al Jailani R.A., sekaligus memperingati haul para ahli kubur jamaah Al-Baghdadi.
Rangkaian kegiatan Haul Akbar 2026 sendiri telah dimulai sejak Kamis, 22 Oktober 2026, yang diisi dengan agenda Live Gambus serta Ramah-tamah Imam Manaqib pada pukul 20.00 WIB. Memasuki hari kedua, Jumat, 23 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Khatmil Qur’an yang dimulai pukul 07.00 WIB. Sementara pada Sabtu, 24 Oktober 2026, rangkaian acara diawali dengan Jalan Sehat Berdoorprize pada pukul 07.00 WIB, penampilan Live Music pukul 14.00 WIB, dan ditutup dengan Malam Puncak yang dilaksanakan mulai pukul 19.30 WIB.
Menariknya, pelaksanaan Haul Akbar di Ponpes Al-Baghdadi ini tidak membentuk kepanitiaan formal. Setiap unsur yang terlibat, baik keluarga ndalem, santri, imam manaqib, hingga jamaah, bergerak secara alami berdasarkan peran dan fungsinya masing-masing. Demi kenyamanan jamaah, pihak pesantren telah melakukan pembenahan dan penambahan berbagai fasilitas sejak 30 hari menjelang acara puncak.
Pada malam puncak, kegiatan ini diperkirakan dihadiri oleh lebih dari 150.000 jamaah yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, serta selalu dihadiri oleh pejabat tinggi negara. Untuk mendukung tingginya antusiasme tersebut, panitia menyediakan lahan parkir seluas sekitar lima hektare, konsumsi gratis selama rangkaian acara berlangsung, serta pasokan listrik yang mencapai tidak kurang dari 300.000 watt.
Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang Syekh Abdul Qodir Al Jailani R.A., sosok tokoh penting dalam tradisi tasawuf yang dijuluki Sultonul Aulia. Beliau lahir di Jailan (wilayah kawasan Tabaristan) pada 1 Ramadan 470 H/1077 M dan wafat di Baghdad pada 11 Rabiuts-Tsani 561 H/1166 M dalam usia 91 tahun. Garis keturunan beliau tersambung kepada Sayyidina Hasan dari pihak ayah, dan Sayyidina Husein dari pihak ibu.
Sebagaimana dijelaskan oleh KH. Junaedi Albaghdadi, haul merupakan peringatan tahunan atas wafatnya seseorang yang dilaksanakan untuk mendoakan almarhum sekaligus mengambil suri teladan dari perjalanan hidup dan perjuangannya. Melalui puncak acara Haul Akbar pada 24 Oktober 2026 mendatang, rangkaian dzikir, doa, dan tausiyah ini diharapkan tidak hanya membawa keberkahan bagi jamaah, tetapi juga menjadi ikhtiar doa untuk keselamatan bangsa dan negara. ***
Pewarta: RSK



