spot_img

Satu Tahun Pemerintahan Aep-Maslani, Asep Agustian: Progres Pembangunan Karawang Masih ‘On The Track’

KARAWANG-TRIKUPDATE.CLIK | Dinamika satu tahun masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dan H. Maslani, kini tengah berada di bawah mikroskop publik. Evaluasi terhadap kepemimpinan pasangan ini tidak hanya datang dari kalangan aktivis pemuda, tetapi juga menarik perhatian serius dari praktisi hukum sekaligus pengamat kebijakan publik ternama, Asep Agustian, S.H., M.H.

Pria yang akrab disapa Askun ini memberikan pandangan yang cukup berani di tengah riuhnya kritik masyarakat terkait realisasi janji kampanye. Menurutnya, publik perlu melihat secara jernih dan objektif mengenai progres pembangunan yang sedang berjalan di Kabupaten Karawang agar tidak terjebak dalam opini yang prematur.

Asep Agustian berpendapat bahwa sangat kecil kemungkinan pasangan Aep-Maslani akan melupakan janji-janji politik yang mereka lontarkan saat Pilkada lalu. Keyakinan ini didasari oleh dua faktor fundamental yang menjadi jangkar pemerintahan saat ini. Pertama, seluruh janji tersebut telah dikunci secara administratif dalam tagline ‘Karawang Maju’ serta tertuang secara resmi dalam dokumen Visi-Misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Meskipun saya bukan pendukung Aep-Maslani saat Pilkada, namun dalam konteks mengawal tagline ‘Karawang Maju’, kita harus bicara jujur dan objektif. Menurut penilaian saya, satu tahun pemerintahan Aep-Maslani masih berada pada jalur yang benar atau on the track,” tegas Asep Agustian saat diwawancarai pada Selasa, 3 Februari 2026.

Berita Lainnya  Tegaskan Sinergi NKRI, Ketum LMP Dukung Polri Tetap di Bawah Kendali Langsung Presiden

Faktor kedua yang memperkuat posisi pemerintah adalah soliditas partai politik koalisi pengusung. Hingga saat ini, barisan partai pendukung masih terlihat kompak dalam mengawal serta mendorong setiap kebijakan pembangunan yang digulirkan oleh eksekutif, sehingga hambatan politik di tingkat legislatif tergolong minim.

Salah satu isu sensitif yang mulai memicu keresahan netizen di berbagai platform media sosial adalah janji politik mengenai pengadaan buku paket dan LKS gratis bagi siswa sekolah negeri. Publik mulai mempertanyakan kapan komitmen tersebut akan diwujudkan secara nyata.

Menanggapi hal tersebut, Asep Agustian mengamini adanya keresahan warga. Namun, ia memaparkan analisis mengenai hambatan teknis dan anggaran yang sedang dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Ia menduga kuat bahwa program ini mengalami penundaan (pending) akibat faktor eksternal yang tidak terelakkan, yakni adanya pemangkasan Transfer Kas Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang jumlahnya sangat signifikan, mencapai lebih dari Rp 700 miliar.

Berita Lainnya  Dobrak Klaster Korupsi BUMD, LMP dan Brigez Resmi Laporkan Petinggi Perumda Tirta Bhagasasi ke Gedung Merah Putih

“Defisit atau pemangkasan anggaran sebesar itu tentu memaksa Pemkab Karawang mengambil langkah efisiensi yang ketat. Skala prioritas harus disusun ulang, dan kemungkinan besar pengadaan buku gratis terkena dampak dari kebijakan efisiensi anggaran tersebut,” papar Askun.

Selain faktor anggaran, Askun melihat adanya pergeseran strategi pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh Bupati Aep Syaepuloh. Saat ini, pemerintah daerah terlihat lebih menitikberatkan pada aspek infrastruktur fisik yang mendesak, seperti pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) serta renovasi besar-besaran terhadap gedung-gedung sekolah yang kondisinya sudah memprihatinkan.

“Kita bisa melihat fakta di lapangan secara kasat mata. Selain infrastruktur jalan yang kini kondisinya sudah jauh lebih baik dan mulus, gedung-gedung sekolah yang menjadi kewenangan daerah juga mulai banyak yang diremajakan. Artinya, anggaran dialihkan terlebih dahulu untuk menjamin keamanan dan kenyamanan siswa belajar di dalam kelas,” tambahnya.

Menurut Askun, perbaikan gedung sekolah yang rusak merupakan fondasi penting sebelum melangkah ke program bantuan alat tulis atau buku. Infrastruktur yang kokoh adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda jika menyangkut keselamatan nyawa siswa.

Berita Lainnya  Perkuat Sinergi, IWOI Karawang Koordinasi dengan Dewan Pers Terkait Verifikasi 2027

Di akhir pernyataannya, Asep Agustian mengingatkan masyarakat bahwa masa jabatan satu tahun barulah “seumur jagung” dalam siklus pemerintahan lima tahunan. Proses birokrasi dan eksekusi anggaran membutuhkan waktu yang tidak sebentar, terutama dengan adanya kendala fiskal daerah.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar namun tetap kritis dalam mengawal jalannya pemerintahan. “Selama pemerintahan hari ini tetap berada di jalur yang benar sesuai rencana pembangunan, maka di situlah masyarakat perlu memberikan ruang dan kesabaran untuk menunggu realisasi janji tersebut,” kata Askun.

Lebih lanjut, ia memuji sikap kepemimpinan Aep Syaepuloh yang dinilainya tidak anti-kritik. Menurut pengamatannya, Bupati Karawang saat ini masih menunjukkan niatan baik serta keterbukaan dalam menerima berbagai saran dan kritik pedas sekalipun dari berbagai lapisan masyarakat. Sikap inklusif ini dianggap sebagai modal berharga bagi Karawang untuk terus bertransformasi menuju arah yang lebih baik di bawah kepemimpinan Aep-Maslani.

Pewarta: RSK

 

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

spot_img

NASIONAL

DAERAH

REKOMENDASI

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

BIROKRASI

INVESTIGASI

ARTIKEL POPULER